Indonesia / Video Drone

Wisata Pulau Panaitan Ujung Kulon – Subhanallah, Apakah ini Surga?

Share

Di kawasan Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Pulau Panaitan menyajikan sebuah ekosistem yang luar biasa indah. Berlibur di sini sangat mengesankan dan membuat rasa rindu untuk berjumpa kembali. Temukanlah surga di pulau ini.

Kami berangkat mengadakan bus sewaan dari Kota Cilegon menuju daerah Sumur, Ujung Kulon. Perjalanan memakan waktu kurang lebih 2 jam. Dari Sumur kami menuju Pulau Panaitan menggunakan speed boat.

Di awal perjalanan, pemandangan tampak tak begitu bagus karena air laut dermaga yang keruh. Tapi secara tiba-tiba kesan itu hilang, begitu air berubah menjadi jernih dan berkilau setelah jalan beberapa kilometer.

Ditemani dengan pemandangan laut dan pulau yang indah, membuat perjalanan begitu nikmat. Meskipun saat itu kondisi ombak masih buruk. Bahkan, beberapa kali kapal kami menerjang ombak besar.

Setelah 2 jam perjalanan, kapal kami akhirnya bersandar di dermaga Pulau Panaitan. “Subhanallah, apakah ini surga?” ucapan itu pun terlontar begitu saja dari mulut saya begitu tiba.

Dermaga Pulau Panitan Ujung Kulon

Kekaguman dengan sebuah ekosistem yang masih terjaga indah, membuat rasa syukur kepada Tuhan yang telah memberikan sebuah surga kecil.

Trekking menyusuri hutan yang masih perawan di Panaitan adalah tujuan pertama kami. Untuk selanjutnya dilanjutkan dengan mendirikan sebuah kamp di sisi selatan pulau.

Sembari menunggu koordinator yang sedang melakukan survei trek, kami beristirahat sejenak di tepi pantai. Suara debur ombak pun terdengar syahdu di telinga.

Tapi ternyata rencana awal tersebut harus dibatalkan. Menurut koordinator, trek yang dilalui cukup berat. Apalagi rombongan kami sebagian adalah wanita.

Kami pun mencari spot di daerah dekat dermaga, tepatnya di penginapan yang tak terurus. Tenda-tenda pun kami dirikan di sana. Spot yang bagus menghadap ke laut membuat suasana tenang dan nyaman. Bahkan ada beberapa monyet yang lucu menghampiri kami.

Pulau Panitan Ujung Kulon Banten

Saat itu kegiatan yang saya dan rombongan lakukan bebas, namun tetap diawasi koordinator. Beberapa ada yang trekking, memancing, berenang, snorkeling atau hanya berfoto di pasir putih yang indah.

Saya sendiri sangat menikmati pemandangan bawah laut dengan snorkeling. Terumbu karang dan biota laut lainnya masih cukup terjaga dan begitu indah.

Karena kondisi arus yang cukup besar, koordinator melarang kami untuk berenang terlalu jauh. Meski begitu, ini bukanlah suatu masalah karena tak perlu berenang ke tempat yang jauh untuk menemukan biota laut yang sangat indah.

Waktu pun tak terasa dan matahari mulai tenggelam. Pemandangan saat itu terlihat sangat luar biasa indahnya.

Malam tiba, kami berkumpul bersama untuk makan malam, bercerita dan membakar ikan. Suara ombak, satwa-satwa, ditemani cahaya bulan bintang menghanyutkan kami. Kegelapan malam ini pun terasa begitu menenangkan hati dan pikiran.

Pulau Panaitan Ujung Kulon Banten

Sungguh rencana yang tepat untuk berlibur di sini. Rasa jenuh karena kesibukan dan rutinitas pekerjaan yang berat pun hilang. Terlebih kami berkumpul bersama menghuni sebuah pulau yang masih perawan dan terjaga keindahan ekosistemnya.

Banyak pelajaran hidup yang kita dapatkan karena mencintai alam. Jagalah alam dan alam akan menjagamu dalam keindahaanya.

sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *