Berita

Taksi Autopilot di Singapura Akan Memanjakan Wisatawan Dunia

(Foto: The Guardian) Uji coba taksi autopilot

Belakangan ini telah dikembangkan mobil dan taksi autopilot. Banyak perusahaan mencoba peluang tersebut dengan melakukan inovasi baru melalui berbagai percobaan. Salah satu perusahaan yang sedang mengembangkan teknologi tersebut adalah nuTonomy, rintisan pengembang piranti lunak untuk mobil tanpa pengemudi yang terletak di Amerika Serikat. Perusahaan tersebut didirikan pada 2013 oleh 2 peneliti MIT yang khusus bergelut di bidang robotik dan teknologi ‘autopilot’.

Percobaan Dimulai

Seperti yang diberitakan BBC bulan Agustus tahun lalu, nuTonomy pada awal 2016 menjadi perusahaan pertama yang diberikan izin dari pemerintah Singapura untuk menguji self-driving car disana. Tapi perusahaan ini bukanlah produsen pabrik mobil, jadi kendaraan-kendaraan untuk di uji coba mengambil merek lain dan telah dilengkapi piranti lunak serta kamera dari nuTonomy.

Percobaan taksi baru ini terdiri dari 6 armada, masing-masing terdapat sistem kompleks dengan laser yang beroperasi seperti radar untuk memonitor sekitar mobil. Taksi autopilot ini akan berjalan di daerah bagian barat Singapura yang hanya seluas 4 km persegi. Tapi, lokasi penjemputan dan penurunan penumpang sudah ditetapkan sebelumnya, alhasil penumpang tidak bisa naik dan turun semau mereka.

Surga Taksi

Karena Negeri kota singa iniĀ  sudah menjadi “surga taksi”, memiliki kendaraan roda 4 sendiri sangat menguras kantong. Selain itu, sudah banyak masyarakat setempat memanfaatkan taksi dalam kehidupan sehari-hari. Belum lagi ongkos taksi disana relatif murah dan banyak sekali permintaan pemesanan taksi.

Menjadi Daya Tarik Wisata

Singapura merupakan negara dengan situasi lalu lintas di seluruh kota cukup disiplin dan teratur. Karena itu, berdasarkan pengakuan nuTonomy, mereka menargetkan bukan hanya menyelesaikan ujicoba teknologi tersebut, namun akan mengembangkan inovasi baru ini menjadi armada taksi yang benar-benar tanpa sopir di Singapura pada 2018 nanti. Hal tersebut bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan dunia yang ingin meresakan sensasi taksi tanpa awak.