Eropa

Inilah Kisah Desa Paling Terkutuk di Benua Eropa

Share

Sebuah kota kecil di dataran tinggi Italia disebut-sebut sebagai yang paling terkutuk. Itulah Colobraro, inilah kisahnya.

Colobraro berada di Provinsi Matera, di perbukitan sebelah selatan Italia. Kalau dari Roma jaraknya sekitar 463 km. Kota kuno ini dijuluki sebagai kawasan terkutuk, bahkan yang paling sial di Italia.

Berdasarkan legenda yang ada, julukan tersebut bermula di awal tahun 1940-an. Ketika dalam sebuah rapat di Matera, Wali Kota Colobraro yang bernama Biagio Virgilio menyebut sebuah pernyataan yang akan selalu dikenang orang-orang yang hadir kala itu.

“Chandelier ini akan jatuh kalau saya tidak mengatakan hal yang benar,” katanya.

Tak disangka, chandelier itu sungguhan jatuh dari langit-langit ruangan rapat. Kota di mana Virgilio berasal pun kemudian terus dikaitkan dengan pertanda buruk.

Desa Colobraro

Selain kisah tersebut, ada lagi mitos yang membuat Colobraro disebut terkutuk. Konon, dahulu ada penyihir yang bermukim di Colobraro. Begitu pula masciare, wanita populer di selatan Italia tahun 1950-an, yang konon memiliki kekuatan untuk mengontrol desa mereka dengan sihir serta mantra yang manjur.

Apalagi kawasan sekitar Colobraro di selatan Italia itu memang didominasi dengan padang luas dan kota mati seperti Craco, yang juga masih dikaitkan dengan hal-hal mistis. Hingga sekarang pun penyebutan nama Colobraro sering dihindari.

Warga di kota tetangga menyebutnya sebagai ‘Cudd Pais’ yang berarti Kota Itu. Bahkan kabarnya mereka segera memegang kayu ketika mendengar nama Colobraro sebagai penolak bala.

Walau begitu, masih banyak warga yang bermukim di Colobraro. Seorang warga bernama Matteo menyakini bahwa Wali Kota Biagio Virgilio sebenarnya tidaklah membawa kesialan. Semua itu hanyalah cerita yang dibuat-buat.

Warga Colobraro pun belakangan malah memanfaatkan reputasi yang kurang bagus itu untuk menarik turis. Pada 2011 lalu misalnya, warga setempat mengadakan semacam festival di jalanan kota bertajuk ‘Dream of a night… in that village’.

Para pengunjung yang datang akan diberikan jimat, namanya abitino. Isinya tiga butir garam untuk mementalkan mantra, tiga butir gandum sebagai simbol kesuburan, dan lain sebagainya.

Tak disangka, traveler dari luar kota banyak juga yang datang untuk ikut serta dalam kemeriahan festival. Terlepas dari benar atau tidaknya mitos yang beredar soal Colobraro, kota ini memang telah berhasil menjadi populer karena kesialannya.

Kemudian hampir setiap tahun festival terus diadakan di bulan Agustus. Traveler dari luar kota yang datang dapat menyaksikan performer yang beraksi seperti penyihir, masciare, serigala jadi-jadian ‘Lupumanare’ dan karakter aneh lainnya. Mereka semua menyebar di jalanan dan alun-alun kota dan menyambut pengunjung yang hadir.

sumber: detik.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *